5 Tips Memilih Pasangan dalam Islam

Ilustrasi: freepik

Satu tahapan penting menuju pernikahan adalah memilih pasangan. Kali ini penulis menulis tips memilih pasangan menurut Rasulullah yang ada di penjelasan hadis-hadis.   

Ketika membahas masalah memilih istri atau pasangan, hampir kita semua merujuk pada hadis yang salahsatunya diriwayatkan oleh Imam Bukhari yaitu hadis nomor 4700 yang berbunyi seperti ini:  

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

 
Artinya: “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena  keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu kamu akan beruntung.”

Dari hadis ini ada empat kriteria yang biasa dijadikan acuan dalam memilih istri tau pasangan yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Namun demikian, dalam tulisan ini kriteria tidak hanya mengacu kepada hadis ini. Tetapi gabungan dari hadis-hadis lain yang terkait dengan kriteria memilih pasangan.

1. Karena kualitas keberagamaannya

Faktor agama ini menjadi pilihan utama dalam memilih istri atau suami. Karena menurut Rasulullah dalam hadisnya mengatakan jika memilih istri karena faktor agama maka kita akan mendapat keberuntungan. Agama tidak hanya dipahami secara formal tetapi juga tercermin di dalam sikap dan tingkahlakunya yang mengacu kepada ajaran agama.  

2. Karena akhlaknya yang sholeh dan sholehah

Kriteria lainnya adalah sholeh dan sholehah. Kriteria ini sesunggunya penjabaran dari kriteria yang pertama. Kriteria sholeh atau sholehah ini mengacu pada hadis yang menjelaskan bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan sholihah.  

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَاالْمَرْأَةُ الصَّالِحَة

“Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah” (Hadits Riwayat Muslim).

3. Berperangai menyenangkan

Kriteria berikutnya adalah perempuan yang pantas dijadikan istri adalah perempuan yang mempunyai perangai yang menyenangkan ketika dipandang suaminya. Begitu pun sebaliknya, laki-laki yang menyenangkan ketika dipandang istri.  Senyumnya selalu mengembang. Seperti disebutkan dalam hadis di bawah ini.   

 مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه

”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah kecuali memiliki seorang istri yang Sholihah. Yang bila disuruh menurut dan bila dipandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)

4. Subur rahimnya

Kriteria berikutnya adalah perempuan yang subur rahimnya atau laki-laki yang subur spermanya. Karena dengan begitu peluang untuk mendapatkan keturunan terbuka lebar.

 تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I:3175, Abu Dawud:1754.)

5. Perawan

 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ أَخْبَرَنَا عَمْرٌو عَنْ جَابِرٍ قَالقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ نَكَحْتَ يَا جَابِرُ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ مَاذَا أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا قُلْتُ لَا بَلْ ثَيِّبًا قَالَ فَهَلَّا جَارِيَةً تُلَاعِبُكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ تِسْعَ بَنَاتٍ كُنَّ لِي تِسْعَ أَخَوَاتٍ فَكَرِهْتُ أَنْ أَجْمَعَ إِلَيْهِنَّ جَارِيَةً خَرْقَاءَ مِثْلَهُنَّ وَلَكِنْ امْرَأَةً تَمْشُطُهُنَّ وَتَقُومُ عَلَيْهِنَّ قَالَ أَصَبْتَ

“Di ceritakan kepada kami Qutaibah, diceritakan kepada kami Sufyan, mengabarkan kepada kami ‘Amru dari Jabir berkata, bahwa Rasululloh saw berkata : “ Apakah kamu baru menikah wahai jabir? Saya menjawab: ya Ya Rasulalloh. Rosululloh berkata : Perawan atau janda? Saya menjawab : janda. Beliau berkata : Alangkah baiknya kamu menikahi perawan, kamu dapat bermain-main bersamanya? Saya menjawab : Mereka, bagiku adalah merupakan saudara. Jadi saya khawatir terjadi campur antara aku dan mereka. (HR. Imam Bukhori: 3746)

Demikian 5 tips Rasulullah dalam memilih pasangan hidup, baik bagi calon suami atau pun bagi calon istri. Jika keduanya menginginkan pasangan yang baik maka keduanya, laki-laki dan perempuan, akan mendapatkan pasangan yang baik semua. Aamiin. ***  

0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x