6 Sifat Suami yang Didambakan para Istri

Ilustrasi: Freepik.com

Ketahuilah kebahagiaan istri bukan karena diberi intan pertama atau emas berlian tapi kasih sayang dan perhatian seorang suami lebih didambakannya. Dan kebahagian istri akan semakin besar ketika mempunyai suami yang memiliki enam sifat yang akan disampaikan di bawah ini. Sebagaimana diuraikan oleh Prof. Dr. H. Adang Djumhur Salikin, M.Ag dalam bukunya yang berjudul “Khutbah Nikah”.

Buku mungil ini sebenarnya naskah nasihat perkawinan untuk anak tercintanya yang dibagikan kepada para undangan. Menurut penulisnya, 6 sifat suami ini dikutip dari pesan almarhum KH. EZ. Muttaqien, seorang ulama yang berasal dari Jawa Barat. Inilah enam sifat tersebut:        

Pertama, memberikan cintanya hanya kepada istrinya seorang. Tidak membagi cintanya kepada yang lain. Dalam sejarah, Rasulullah memang menikahi beberapa istri. Tapi menurut Prof. Adang, pernikahan tersebut dalam rangka tugas dakwah dan memuliakan anak yatim. Karena itu, Rasulullah sangat melarang Fatimah, putrinya diduakan oleh suaminya, Ali bin Abi Thalib.   

Inilah jawaban Rasulullah ketika sejumlah keluarga meminta izin untuk menikahkan anaknya kepada Ali bin Abi Thalib yang terekam dalam sebuah hadis.


عَنْ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ: ” إِنَّ بَنِي هِشَامِ بْنِ الْمُغِيرَةِ اسْتَأْذَنُوا فِي أَنْ يُنْكِحُوا ابْنَتَهُمْ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، فَلَا آذَنُ ثُمَّ لَا آذَنُ ثُمَّ لَا آذَنُ إِلَّا أَنْ يُرِيدَ ابْنُ أَبِي طَالِبٍ أَنْ يُطَلِّقَ ابْنَتِي وَيَنْكِحَ ابْنَتَهُمْ، فَإِنَّمَا هِيَ بَضْعَةٌ مِنِّي يُرِيبُنِي مَا أَرَابَهَا وَيُؤْذِينِي مَا آذَاهَا “

“Dari al-Miswar bin Makhramah berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda di atas mimbar: “Beberapa keluarga Bani Hisyam bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, -ketahuilah-, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan, sungguh tidak aku izinkan, kecuali kalau Ali bin Abi Thalib mau menceraikan putriku, lalu mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga.”

Kedua,  sayang kepada anak-anaknya. Anak-anak adalah buah hati, buah cinta kedua orang tuanya. Bagaimana pun capeknya sepulang kerja, tapi ketika melihat anak dan mendengar rengekannya, seorang ayah akan luluh hatinya. Apalagi kalau anaknya menyambut ayahnya yang baru pulang dari kerjaannya dengan cara khas anak-anak, maka raih dan gendonglah dengan penuh kehangatan. Ketika ayah dan anaknya saling berpelukan dan bersenda gurau, Ibunya memperhatikan dan akan sangat bahagia melihatnya.

Sikap menyayangi anak-anak ini dicontohkan oleh Rasulullah. Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah atas kebiasaannya mencium cucunya dan membiarkannya naik ke punggung, bermain kuda-kudaan, Rasulullah bersabda: “man la yarham la yurham”, barangsiapa tidak menunjukkan kasih sayang dia tidak akan dikasihi oleh Allah.          

Ketiga, suami yang baik, tidak hanya sayang kepada anaknya, tapi juga sayang kepada kedua orang tuanya. Karena ketika seorang lelaki menikahi seorang perempuan, sesungguhnya ia tidak hanya mendapatkan seorang istri tapi juga orang tuanya. Jadi orang yang sudah menikah mempunyai orang tua empat. Dua orang tua kandungnya dan dua lagi orang tua dari hasil pernikahannya. Sebagaimana firman Allah:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ

Wa qadhaa rabbuka allaa ta’buduu ila iyyaahu wabil waalidaini ihsaanaa…,” dan Tuhanmu telah memerintahkan untuk tidak menyembah selain kepada-Nya, dan agar berbuat baik kepada kedua orang tua…(al-Isra’:13).  Rumah tangga yang ideal adalah ketika berlangsung kasih sayang secara bersilangan. Istri menyayangi ayah bunda suami, dan suami menyayangi ayah bunda istri.   

Keempat, pandai bergaul dengan tetangga. Rasulullah bersabda:

 مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ

”Man kana yu’minu billahi walyaumil akhiri falyukrim jarahu”. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka mulyakanlah tetangga”.

Kelima,  Tidak menyembunyikan apapun kepada istri. Ketika ada kebahagiaan maka berbagi kepada istri tercinta. Begitu pun ketika ada kesusahan atau masalah maka itu pun dibagi kepada istri. Sehingga susah sanang ditanggung bersama. Seperti kata pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”.  Sebagaimana firman Allah

Huwalladzi khalaqakum min nafsin wahidahidatin wa ja’ala minha zaujaha…” Dia menciptakan kalian dari jiwa yang satu, dan menciptakan darinya pasangannya…(al-A’raf:189).

Keenam, taat beribadah. Menjadi imam keluarga di rumah, dalam urusan agama dan rumah tangga. Memiliki integritas dan kepribadian yang seimbang antara ibadah ritual dengan ibadah sosial. Antara hubungan kepada Allah (habluminallah)dengan hubungan kepada sesama manusia (habluminannas).

Demikian enam sifat suami yang menjadi dambaan istri. Semoga kita memiliki enam sifat tersebut atau mengarah ke sifat tersebut.***       

0 0 votes
Article Rating
Visited 1 times, 2 visit(s) today

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x