Ada Apa Dengan Menstruasi?

Ilustrasi: freepik.com

Remaja putri dua kali lebih mungkin terkena depresi pada usia 14 tahun dibandingkan dengan remaja putra. Ini merupakan hasil penelitian Professor Yvonne Kelly yang menganalisis data dari hampir 11.000 anak berusia 14 tahun dari Millenium Cohort Study (MCS).  Sejak ditemukannya fitur like pada tahun 2009 di facebook, angka gejala depresi pada remaja putri meningkat.  Penelitian yang dipublikasikan Januari 2019 ini menunjukan bahwa bagi remaja putri, penilaian orang lain atas dirinya merupakan hal yang sangat penting. (Faiz Zainuddin, 2019)

Perubahan fisik yang cukup signifikan, menandai perjalanan awal remaja putri. Mulai dari tumbuhnya payudara, tumbuhnya bulu halus pada organ reproduksi, pinggul yang mulai melebar sampai mulai matangnya sel telur yang ditandai dengan mentruasi. Perubahan fisik yang tidak terlihat berupa berkembangnya hormon estrogen dan progesteron juga mempengaruhi kehidupannya. Perubahan-perubahan ini banyak membuat remaja putri tidak mengerti apa yang terjadi, tidak banyak orang tua dan guru yang bisa dijadikan tempat untuk bertanya.

Perubahan fisik pada remaja putri juga berakibat pada perubahan kondisi psikologisnya. Berkembangnya organ reproduksi pada anak perempuan, tidak selamanya ada dalam kondisi yang menyenangkan. Kondisi tidak nyaman bahkan menyakitkan kadang dialami oleh beberapa remaja perempuan. Sehingga banyak dari mereka sangat sensitif menghadapi siklus menstruasi. Karena itu, kali ini kita akan berbicara tentang menstruasi pada perempuan.

Menstruasi merupakan proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi secara periodik dan siklik. Saat sel telur (ovum) matang, maka dinding rahim akan menebal (endometrium). Karena tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim akan mengalami pelepasan  akibat hormon ovarium (estrogen dan progesteron) mengalami penurunan. Mentruasi biasanya berlangsung selama 2-7 hari sesuai dengan kondisi kesehatan seorang remaja putri. Bila berlangsung lebih dari 14 hari, maka kemungkinan remaja putri ini mengalami gangguan mentruasi dan harus segera diperiksa dokter.

Darah yang keluar saat mentruasi bisa bermacam-macam warnanya. Saat awal keluar, biasanya darah berwarna coklat tua. Darah berwarna coklat tua ini menandakan bahwa kadar progesteron dalam rahim rendah. Karena rendah, sehingga darah memerlukan waktu yang lama untuk keluar dalam tubuh. Makanan yang kaya vitamin B bisa dikonsumsi lebih banyak agar kadar progesteron meningkat.

Warna darah yang kedua adalah merah muda. Darah haid yang berwarna merah muda ini memandakan bahwa kadar estrogen dalam tubuh sedang rendah. Tidak hanya berdampak pada siklus haid saja warna darah ini juga memperlihatkan gejala osteoporosis bila tidak diatasi. Makanan yang mengandung banyak protein bisa dikonsumsi agar darah haid bisa kembali normal. Selain juga melakukan olah raga yang teratur dan  gaya hidup sehat/

Warna darah yang ketiga adalah merah pudar dan berair. Warna ini menunjukan kemungkinan bahwa tubuh sedang kekurangan nurtisi terutama zat besi. Kondisi ini sering disebut anemia. Bisa jadi pembalut yang dipakai terasa penuh akibat darah yang deras kurang dari satu jam. Untuk itu diperlukan makanan yang banyak mengandung zat besi atau bisa berupa suplemen penambah darah.

Warna darah yang keempat ialah oranye. Bila mendapatkan warna darah haid seperti ini, kita harus waspada. Warna darah ini berarti tercampur dengan cairan leher rahim yang bisa jadi merupakan indikasi dari infeksi leher rahim. Jangan biarkan lama, segera datangi dokter ahli kandungan.

Warna darah yang kelima adalah abu-abu agak hitam. Warna ini sama seperti warna darah oranye, bisa membahayakan kesehatan. Karena bisa jadi ini adalah indikasi dari infeksi rahim. Bila terjadi pada perempuan hamil, kondisi ini bisa merupakan tanda keguguran yang harus diwaspadai.

Warna darah keenam adalah merah stroberi. Memiliki tekstur agak bergumpal seperti selai stroberi. Kondisi ini bisa menunjukan ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen. Bila gumpalan darahnya cukup besar, ini perlu penanganan serius. Bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan.

Warna yang ketujuh adalah warna merah tua seperti buah cranberry. Warna darah yang terakhir ini yang merah tua ini merupakan darah yang sehat. Semua organ bekerja dengan baik. Terdapat keseimbangan hormon progesteron dan estrogen, juga nutrisi tubuh dalam kondisi yang cukup. Biasanya darah seperti ini keluar dua hari pertama saat mengalami siklus haid.

Hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja, ialah kondisi psikis yang menyertainya. Ketidaknyamanan akibat perubahan hormon saat menjelang menstruasi juga membuat seorang remaja putri menjadi sensitif atau baper. Sehingga respon dan penilaian orang lain terhadap dirinya sangat berpengaruh. Penelitian yang mengawali tulisan ini membuktikannya.

Keluarnya darah saat proses mentruasi ternyata sangat terkait dengan kondisi kesehatan tubuh kita. Untuk itu menjaga kesehatan agar siklus mentruassi ini berjalan dengan baik adalah hal yang sangat penting. Kondisi fisik juga mempengaruhi kondisi psikologis, demikian sebaliknya. Sehingga memahami apa itu menstruasi merupakan hal yang penting baik bagi remaja putri maupun orang tua dan guru. Bila terjadi kondisi yang tidak sesuai dengan standar kesehatan fisik maupun psikis kita bisa memberi solusi. Bahkan melakukan persiapan yang baik sebagai usaha preventif dari berbagai gangguan kesehatan dan psikis dalam siklus mentruasi remaja putri.

Neng Hannah
Latest posts by Neng Hannah (see all)
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x