Cara Mencari Jodoh: Dari Marriage Market Sampai Dating Application

 

Beberapa hari yang lalu seorang teman memberi tahu saya bahwa ponakannya akan menikah. Ia bercerita, ponakannya itu mendapat pasangan hidup dari sebuah aplikasi kencan.

Memang di era digital ini kita dengan mudah menemukan aplikasi mencari teman, baik untuk kencan atau pun untuk menikah. Baik yang gratisan ataupun yang berbayar. Kita hanya daftar dengan aplikasi tersebut, terhubung deh dengan ribuan bahkan jutaan orang dari berbagai kota bahkan berbagai Negara. Seperti aplikasi Tinder, Badoo, MeetMe, Tantan dan masih banyak lainnya.

“Mencari jodoh itu gampang-gampang susah”.

Mungkin itu komentar yang muncul ketika kita tanyakan kepada orang yang sudah menikah. Ada yang berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan sampai beberapakali lebaran belum juga mendapatkan jodoh. Puluhan wirid, dzikir dan shalat hajat di gelar tapi jodoh belum juga datang.

Ya itulah jodoh.

Kalau Allah belum memberi, kita belum mendapatkannya. Meskipun kita sudah mencari dengan berbagai cara. Tapi kita tidak boleh meninggalkan ikhtiar, usaha tetap jalan terus sembari tetap berdo’a.

Kalau Allah sudah mempertemukannya, baru bertemu sekali saja langsung dapet chemistrynya sehingga berlanjut ke hubungaan yang lebih serius, pernikahan.

Di Indonesia, ada sejumlah daerah yang mempunyai tradisi “Pasar Jodoh”. Dimana para muda mudi, laki-laki-perempuan berkumpul di satu tempat untuk salimg mengenal satu dengan lainnya. Bagi yang cocok bisa langsung menjalin hubungan yang lebih serius dan bahkan sampai menikah.

Seperti di Indramayu misalnya, dikenal dengan istilah jaringan dan juga ngarot. Di Bali ada tradisi Omed-Omedan. Di Banyuwangi ada tradisi Gredoan. Pada tradisi Gredoan para pria dewasa yang belum menikah akan mendatangi langsung rumah sang perempuan incarannya untuk berkenalan. Di Wakatobi ada tradisi Kabuenga yaitu para perempuan akan berkumpul di sebuah lapangan terbuka dan menjual makanan ataupun minuman. Para pria yang belum menikah diminta untuk turut hadir.

Di Buton ada tradisi yang namanya Kamomose. Pada acara ini para pria akan berputar mengelilingi barisan para perempuan sambil melempar kacang ke arah perempuan incarannya. Tradisi yang bernama Kamomose ini dilakukan sebagai ajang perkenalan para pemuda dan pemudi. Setelah itu, mereka bisa memilih untuk melanjutkan ke perkenalan selanjutnya atau tidak.
Tradisi mencari jodoh di Indonesia semuanya berpusat pada anak laki-laki atau perempuannya. Mereka datang dan bertemu langsung dengan lawan jenisnya. Jika mereka tertarik dan suka bisa berlanjut ke hubungan yang lebih serius.

Berbeda dengan di Indonesia, di China ada juga Marriage Market atau sebut saja dengan istilah Pasar Jodoh. Bedanya kalau di Negeri Tirai Bambu itu yang datang ke lokasi pasar jodoh adalah para orang tua yang mempromosikan anak mereka. Mereka menuliskan di selembar kertas: jenis kelamin, umur, tinggi badan, berat badan, pendidikan, pekerjaan hingga kriteria pasangan yang diinginkan. Para orang tua saling bertanya satu sama lain tentang anak-anak mereka. Jika ada kecocokan mereka akan saling tukar nomor telepon atau aplikasi weChat.

Menurut informasi dari Chanel Youtube Rudy Chen, mereka yang profilnya tampil di Pasar Jodoh ini umumnya mereka berpendidikan tinggi dan memiliki karir bagus atau high qualification. Tapi kurang beruntung dalam soal jodoh. Sehingga para orang tua mulai gelisah ketika anak mereka sudah berusia di atas 30 tahun. Akhirnya para rang tua mendatangi pasar jodoh ini.
Secara umum, anak-anak muda di China merasa tidak keberatan jika orang tuanya melakukan perjodohan. Karena menurut mereka, mereka tidak punya waktu untuk bertemu dengan banyak orang karena sibuk bekerja. Meskipun demikian, orang tua sebaiknya memberi tahu dulu anaknya dan tentu saja jika si anak merasa cocok dengan orang yang dijodohkan tersebut.

Demikian cara mencari jodoh di Indonesia dan China. Dari cara tradisonal sampai cara digital aplikasi. Dari anaknya yang bertemu langsung sampai orang tuanya yang terjun. Semua adalah ikhtiar. Allah juga yang menentukan.***

0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x