Contoh Narasi Sungkeman yang Membuat Pengantin dan Pengunjung Banjir Air Mata

Ilustrasi: freepik.com

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

 Dalam kesempatan ini izinkan saya menyitir sebuah ayat:

“wa-qada rabbuka alla ta‘budu illa iyyahu wa bi’l-walidayn ihsana …..”

Aku perintahkan kepadamu wahai manusia untuk senantiasa tidak menyembah tuhan kecuali Allah dan hendaklah engkau senantiasa berbuat baik kepada orang tuamu.

Manakala keduanya atau salah satu dari keduanya telah tua renta lanjut dimakan usia. Jangan sekali-kali engkau sebagai seorang anak berkata kasar. Apalagi menghardik atau membentaknya. Tapi hendaklah engkau bertutur lemah lembut kepada ayah dan ibumu.  Pelihara keduanya dan santuni keduanya dengan penuh rasa kasih sayang. Dan panjatkan do’alah ya Allah pelihara Ayah dan Ibuku sebagaimana keduanya memelihara kami sejak kecil.

Hadirin yang berbahagia.

Dengan selesainya pembacaan ijab qobul oleh mempelai pria di hadapan bapak penghulu. Disaksikan oleh kedua orang tua masing-masing. Dihadiri oleh sanak famili kerabat dekat dan jauh. Maka mulai detik ini, mempelai telah resmi menjadi sepasang suami istri sesuai dengan tuntunan ajaran Rasulullah saw.

Di dalam kesempatan yang berbahagia ini, rupanya mempelai berdua berkenan ingin mengajukan tiga permohonan kepada Ayah dan Ibunya.

Yang pertama, mempelai ingin memohon ma’af atas segala kesalahan dan dosa selama mereka bergaul dengan Ayah dan Ibunya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Yang kedua, mempelai ingin menghaturkan rasa terima kasih atas segala pengorbanan yang diberikan Ayah Ibunya. Sejak mereka kecil sampai dewasa seperti sekarang ini.

Yang terakhir, mempelai memohon iringan do’a yang tulus dari Ibu dan Ayahnya agar hidupnya di dunia ini senantiasa mendapat bimbingan dan inayah dari Allah Subhanahu Wataala. Amin..amain ya rabbal alamain.

Ayah..Ibu.. yang ananda cintai…pagi hari ini ananda datang bersimpuh di hadapan Ayah dan Ibu untuk mohon ma’af atas segala kesalahan. Mohon ampun atas segala dosa yang telah ananda perbuat. Baik yang disengaja maupun tidak. Apalah artinya anada hidup di dunia ini tanpa ridho dan ampunan dari orang tua. “Ridhollah fi ridhol walidain wa sukhtullah fi shukhtil walidain.” Keridhoan Allah tergantung keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah pun tergantung pada kemurkaan orang tua.   Andaikan Ibu Ayah berkenan mema’afkan kami, insyaallah Allah pun ridho. Dan barangkali surga jannatunnaim balasannya bagi ananda kelak di yaumul hisab.  Sebaliknya apabila Ayah Ibu tidak sudi mema’afkan kesalahan dosa ananda berdua pasti Allah pun akan murka, nauzubillah barangkali neraka jahanan sebagai balasannya bagi kami berdua.

Karena itu sekali lagi, Ayah Ibu ma’afkan dosa ananda berdua. Ananda mengucapkan banyak terima kasih atas pengorbanan Ayah dan Ibu yang telah mengasuh dari kecil sampai dewasa seperti sekarang ini. Ananda tak dapat membayangkan bagaimana pengorbanan orang tua dalam mengasuh. Begitu beratnya pengorbanan orang tua, berkali-kali Allah mengingatkan, salah satunya Allah mewasiatkan “wa washshoinal insana bi walidaihi  hamalat-hu ummuhu wahnan ‘ala wahnin wa fisholuhu fi ‘amaini anisykurli wa li walidaika ilayyal mashir”.

Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama kepada ibumu yang telah melahirkan dan menyusuimu sampai dua tahun lamanya. ….maka berterima kasihlah kepada kedua orang tuamu. Dan Ibu, ananda tidak bisa membayangkan bagaimana Ibu mempertaruhkan nyawa tatkala melahirkan ananda ke dunia yang fana ini. Air mata disertai keringat bercucuran.  

Jawaban Ayah Ibu

Ananda …..
Tidak ada yang perlu dimaafkan oleh ananda berdua. Karena sebelum ananda meminta ma’af, Ayah Ibu sudah mema’afkan dan mengikhlaskan dengan semua kesalahan ananda. Ananda sekarang baikan kertas putih tidak ada satu pun bintik hitam di dalamnya.  

Ananda Berdua…
Apa yang telah Ayah Ibu lakukan hanya semata-mata kewajiban sebagai orang tua. Ayah-Ibu sudah sangat bahagia manakala anak-anaknya sehat dan bahagia. Cukup pangan dan berpakaian pantas seperti orang lain. Ayah Ibu rela berlapar-lapar kekurangan makan dan berpakaian compang-camping asal anak-anaknya kenyang tidak kelaparan dan berpakain bagus agar tidak malu bergaul dengan temen-temannya.

Ananda………(sebutkan nama anaknya) permata Ayah Ibu. Ayah Ibu senang ananda telah mengucapkan adad nikah dengan dengan seorang pasangan yang cantik atau ganteng paras dan hatinya. Ayah Ibu hanya bisa memberi seuntai do’a semoga kalian dalam mengarungi kehidupan berumah tangga mendapatkan sakinah mawaddah wa rahmah. Bahagia selamanya sampai nyawa berpisah dengan raga.

Demikian narasi singkat sungkeman. Semoga bermanfaat. 

Wassalamu’alaikum      

Maman Abdurahman
Follow me
0 0 vote
Article Rating

Maman Abdurahman

Magister Psikologi Islam UNIVERSITAS INDONESIA. Sarjana Agama jurusan Aqidah Filsafat IAIN (Sekarang UIN) Jakarta. Meneliti tentang keluarga dan keberagamaan. Menulis persoalan perkawinan, keluarga, cerpen dan puisi.

Maman Abdurahman
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x