Contoh Pidato Penyerahan Pengantin Laki-Laki Disertai Pantun

Ilustrasi: freepic.com

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Qolallahu ta’ala fil qur’anil karim: 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

13.  Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujarat, 13)

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

21. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Arrum 21)


 Qola nabiyyu Salallahu alaihi wassalam:

 يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” (Muttafaq Alaihi).

Amma Ba’du:

  • Kepada keluarga besar Bapak….(Sebutkan nama Bapak orang tua calon mempelai perempuan) dan ibu(sebutkan nama Ibu)yang kami hormati.
  • Kepada para alim ulama, para asatidz-asatidzah, para sesepuh yang kami hormat dan kami mulyakan.
  • Kepada  tokoh masyarakat, pejabat pemerintah dan Bapak Penghulu yang kami hormati.
  • Kepada kedua mempelai yang kami sayangi.
  • Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberikan waktu kepada kami. 

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kepada kita beribu-ribu nikmat diantaranya adalah nikmat iman dan Islam. Karena dengan nikmat tersebut kita dapat mengenal-Nya dan dapat beribadah kepada-Nya. Selain itu, kita juga senantiasa bersyukur tidak terhingga atas nikmat sehat wal afiat sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini untuk menghadiri dan menyaksikan acara pernikahan yang akan segera dilaksanakan.    

Shalawat dan salam kita sama-sama curahkan kepada baginda kita yaitu Nabi Muhammad SAW para keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Termasuk kepada kita semua yang sampai detik ini, masih istiqamah menjalankan risalah yang dibawa beliau, mudah-mudah kita semua akan mendapat syafa’atnya di yaumil akhir kelak. Aamiin…

Kepada keluarga besar Bapak (ayah calon mempelai istri)  dan ibu (Ibu calon mempelai istri)  yang kami hormati,

Ijinkan saya berdiri di sini bertutur merangkai kata sebagai penyambung lidah dari keluarga besar Bapak (sebutkan ayah calon mempelai laki-laki)  dan ibu (sebutkan Ibu calon mempelai laki-laki) selaku orang tua dari Ananda …..(sebutkan nama calon mempelai pria) untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan akad nikah yang insya Allah sebentar lagi akan kita saksikan bersama, sebagai berikut :

Pertama, kami beserta rombongan keluarga besar Bapak (sebutkan nama calon mempelai pria)  dan ibu (sebutkan nama Ibu calon mempelai pria)  mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dan luar biasa atas kedatangan kami di tempat yang penuh barakah ini. Sehingga jauhnya jarak dan capeknya dalam perjalanan menjadi tidak terasa lagi.

Selanjutnya adapun maksud dan tujuan kedatangan kami jauh-jauh dari (sebutkan tempat asal keluarga calon mempelai laki-laki), melewati kemacetan jalan adalah tidak lain dan bukan untuk memperkokoh jalinan silaturami yang telah terbangun dan memenuhi kewajiban orang tua yaitu menikahkan anak kami, Ananda : …..(sebutkan calon mempelai pria) dengan gadis tambatan hatinya yaitu Ananda : (sebutkan calon mempelai wanita) yang merupakan putri dari Bapak….(sebutkan nama ayah calon mempelai perempuan)  dan Ibu ….(sebutkan nama ayah calon mempelai perempuan).

Izinkan saya menyampaikan pantun:

Buat apa pergi ke Mekah
Kalau tidak untuk ibadah
Buat apa berkhitbah
Kalau tidak untuk menikah

Untuk memenuhi maksud tersebut di atas, dengan ini kami serahkan sepenuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, lahir dan batin tulus ikhlas Ananda :  (calon mempelai pria) kepada Bapak (orang tua calon mempelai wanita) sekeluarga untuk dapat segera dinikahkan dengan putri bapak bernama ananda…(calon mempelai wanita). 

Kami sebagai orang tua hanya bisa berdo’a semoga pernikahannya nanti merupakan ladang ibadah yang dapat menyempurnakan keimanan dan keislamannya serta menjadi keluarga yang sakinah mawwadah warrahmah untuk melahirkan generasi yang sholeh dan sholehah yang berbakti kepada kedua orang tua, agama dan bangsanya.  

Jika sudah menikah nanti, kami sangat mengharapkan bimbingan dan arahkan kepada ananda (sebutkan nama calon mempelai pria) khususnya dari keluarga besar Bapak (calon pengantin perempuan) dan masyarakat sekitar. Karena kami tahu, meskipun badannya sudah besar dan sudah sarjana pula  tetapi dalam hal pengalaman hidup bermasyarakat masih sangat kurang.  

Berikutnya, tidak lupa, kami sampaikan ada sedikit buah tangan, mohon jangan dilihat dari besar atau nilainya, tetapi lebih kepada maksud dan harapan kami yaitu sebagai tanda ketulusan dan untuk mempererat hubungan tali kekeluargaan antara keluarga besar kedua mempelai.

Manis sungguh buah rambutan
Waktu dibagi semuanya rebutan
Kami datang membawa sedikit buah tangan
Monggo diterima semoga berkenan

Pada akhirnya kami dan rombongan dari keluarga calon mempelai pria mohon ma’af yang sebesar-besarnya apabila kedatangan kami mengganggu ketenangan, dan barangkali ada ucapan, sikap, dan perilaku yang kurang berkenan, dari kedatangan hingga kepulangan nanti, kami mohon untuk dibukakan pintu ma’af yang seluas-luasnya, khususnya kepada keluarga Bapak(ayah calon mempelai perempuan)dan juga para hadirin sekalian.

Sekali lagi kami berharap semoga kedua mempelai menjadi keluarga  sakinah mawwadah warrahmah

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Sakit sama mengaduh,Luka sama mengeluh
Sekain sebaju, selauk senasi
Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.

Demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya, mohon ma’af atas kekurangan dan kesalahan.
Wallahul Muwafiq ila aqwamith Thariq,

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Maman Abdurahman
Follow me
5 1 vote
Article Rating

Maman Abdurahman

Magister Psikologi Islam UNIVERSITAS INDONESIA. Sarjana Agama jurusan Aqidah Filsafat IAIN (Sekarang UIN) Jakarta. Meneliti tentang keluarga dan keberagamaan. Menulis persoalan perkawinan, keluarga, cerpen dan puisi.

Maman Abdurahman
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x