Etika Memilih Pasangan Hidup dalam Islam

Ilustrasi:Freepik

Pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah ﷺ yang mulia dan bagian dari ibadah yang memiliki tujuan luhur, yaitu membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dalam Islam, memilih pasangan hidup bukan hanya soal cinta semata, tetapi juga menyangkut keberkahan, akhlak, dan kesiapan membangun rumah tangga sesuai syariat. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan etika dalam memilih pasangan hidup agar pernikahan tidak hanya berorientasi duniawi, tetapi juga akhirat.

Mengapa Memilih Pasangan Hidup Itu Penting?

Pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga dua keluarga dan dua tanggung jawab. Pasangan hidup yang tepat dapat menjadi penolong menuju surga, sedangkan pasangan yang salah bisa menjadi ujian berat di dunia dan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.”
(HR. Muslim No. 1467)

Hadis ini mengisyaratkan bahwa kriteria keimanan dan akhlak jauh lebih utama daripada sekadar fisik atau materi.

Kriteria Memilih Pasangan Hidup dalam Islam

Dalam sebuah hadis yang sangat populer, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari No. 5090; Muslim No. 1466)

Hadis ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan dalam memilih pasangan. Berikut kriteria utamanya:

1. Agama (Keimanan)

Keutamaan agama menjadi prioritas pertama. Pasangan yang taat beragama akan menjaga hak dan kewajiban rumah tangga, serta membimbing keluarga menuju kebaikan. Rahman & Nabila (2023) dalam Journal of Islamic Relationship Studies menyebutkan bahwa pasangan dengan komitmen keagamaan tinggi cenderung memiliki hubungan pernikahan yang lebih harmonis dan tahan ujian.

2. Akhlak yang Baik

Selain taat ibadah, akhlak pasangan menjadi faktor penting. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki yang kamu ridai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia.” (HR. Tirmidzi No. 1084)

Pasangan dengan akhlak baik akan mampu bersabar, memaafkan, dan menghargai pasangannya.

3. Keturunan Baik

Islam menganjurkan memilih pasangan dari keturunan yang baik, bukan bermaksud membedakan status sosial, tetapi untuk menjaga silsilah keturunan yang sehat secara fisik dan mental.

4. Kecantikan/Ketampanan dan Kecocokan

Meskipun bukan prioritas utama, ketertarikan fisik tetap diperbolehkan agar tercipta rasa nyaman dan saling menyayangi. Rasulullah ﷺ bahkan menganjurkan untuk melihat calon pasangan sebelum menikah, seperti dalam hadis:

“Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka tidak mengapa baginya melihat wanita itu selama tidak diketahui olehnya, jika memang melihatnya dapat mendorongnya untuk menikahinya.” (HR. Abu Dawud No. 2082)

5. Kesesuaian Visi Hidup

Penting untuk mencari pasangan yang memiliki visi berumah tangga sejalan, khususnya dalam hal agama, pendidikan anak, dan kehidupan sosial.

Adab dan Etika Memilih Pasangan Hidup

Selain kriteria, Islam juga mengajarkan adab dalam proses memilih pasangan hidup:

1. Memulai dengan Niat Lillah

Niatkan pernikahan untuk meraih ridha Allah dan membangun keluarga Islami. Syafiq & Latifah (2024) dalam Islamic Family Journal menjelaskan bahwa niat yang benar dapat menjadi benteng dari tujuan-tujuan duniawi yang berlebihan.

2. Melibatkan Orang Tua

Meminta restu dan saran dari orang tua sangat dianjurkan, karena mereka memiliki pengalaman dan naluri yang baik dalam menilai calon pasangan.

3. Menjaga Adab Pergaulan

Selama proses ta’aruf (perkenalan), jaga adab berbicara, berpakaian, dan interaksi. Tidak diperbolehkan berkhalwat (berdua-duaan tanpa mahram) dan harus menjaga pandangan.

4. Shalat Istikharah

Setelah mempertimbangkan segala aspek, Islam menganjurkan melakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk dari Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian merasa bimbang terhadap suatu urusan, maka hendaklah dia shalat dua rakaat…” (HR. Bukhari No. 1166)

Tantangan Zaman Sekarang

Di era digital, banyak pasangan memilih berdasarkan media sosial, penampilan, atau harta, tanpa mempertimbangkan aspek agama dan akhlak. Amalia & Syamsuddin (2023) dalam Contemporary Muslim Society Review menyatakan bahwa meningkatnya kasus perceraian di kalangan muda sebagian besar disebabkan oleh ketidaksesuaian visi agama dan lemahnya komunikasi, bukan soal materi.

Memilih pasangan hidup dalam Islam bukan semata soal cinta atau materi, tetapi soal keimanan, akhlak, dan kesiapan membina keluarga Islami. Dengan mengikuti etika dan adab dalam prosesnya — seperti menjaga adab ta’aruf, shalat istikharah, dan melibatkan orang tua — diharapkan pernikahan yang dibangun bisa langgeng, harmonis, dan penuh keberkahan.

Pasangan yang baik bukan hanya yang menarik di mata, tetapi juga yang mampu menuntun tangan kita menuju surga Allah. Maka, jangan terburu-buru memilih, dan jangan pula hanya terpaku pada dunia. Pilihlah pasangan yang kelak menjadi teman perjuangan menuju ridha-Nya.(*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today
0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x