Gurindam Haji

Ilustrasi: freepik

/1/

Panggilan haji ‘tlah tiba,
Umat Islam menyambut bahagia.

Wa lillahi ‘alannasi hijjul baiti,
Perintah Allah ‘tlah datang menghampiri

Niat berangkat dikuatkan,
Menabung sedikit diikhlaskan.

Labbaik allahumma Labbaik,
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik

Aku memenuhi panggilanMu,
ya Allah aku memenuhi panggilanMu.

Aku memenuhi panggilanMu,
tiada sekutu bagiMu

Innalhamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk,
Laa Syarikalak 

aku memenuhi panggilanMu,
Sungguh pujian dan ni’mat punyaMU

kekuasaan adalah milikMu,
ya Allah, tiada sekutu bagiMu.

/2/

Labbaik allahumma Labbaik,
Hamba memenuhi panggilanMu ya Malik

Hamba datang bergelimang dosa,
Hanya rahmanMu hamba ber-asa

Hamba datang penuh lumpur hina,
Hanya rahimMu hamba harap diterima

Hamba datang penuh debu,
Hanya kasihmu kuharap menyapu

Oh…ya robbi,  Innalhamda Wan Ni’mata,
Hanya milikMU semua yang ada

/3/

Labbaik allahumma Labbaik,
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik

Ketika Engkau memanggil,
hamba siapa yang tak menggigil

Ketika Engkau mengundang,
Hamba siapa yang tak senang

Hamba datang penuhi panggilanMu ya Rahman,
Bersama segenap jiwa hamba berikan

Innalhamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk,
Laa Syarikalak

/4/

Kepada ayah dan ibu,
Kaki bersimpuh memohon restu

Kepada saudara dan tetangga,
mohon ikhlas atas segala dosa

Umur tak ada yang tahu,
Di Mekah Madinah siapa mau

Jika Allah menghendaki,
Pergi haji tak kembali lagi  

Jika hal itu terjadi,
bahagia dipanggil kekasih hati

Kota suci tempat kekasih rabbi,
penuh cahaya terang qur’ani.

/5/

Bismillahi hamba penuhi,
Datang menghadap illahi rabbi.

Badan ini berangkat pergi,
Hati dan jiwa menghadap illahi

Bersihkan hati dari iri dan dengki,
Berharap suci seperti bayi

Berpakaian ihram putih bersih,
bagai salju berbaris rapih.

Oh… Allah Maha Suci,
Sucikan raga dan jiwa kami

Hindarkan kami dari yang diharamkan,
Kuatkan kami ‘tuk menjalankan

Labbaik allahumma Labbaik,
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik.

/6/

Pergi ke Mina di pagi hari,
Shalatnya diqashar dg senang hati

Di Khaif kami menyembahMu,
siang malam mengingatMu

Beribu tenda tempat beristirahat,
Menghilangkan penat di siang padat

Menanti fajar menjemput pagi,
Berangkat ke Arafah terbit matahari

Banyak berdo’a menyerahkan diri,
Malaikat bangga hamba yang pergi

Menemui robbi berdebu berlari,
Ampunan-Nya selalu diberi.


/7/

Ke Muzdalifah akan pergi,
ba’da terbenam matahari

Banyak berdo’a pada illahi,
atas nikmat yang diberi

Shalat boleh dijama’ disana,
berdzikir Allah yang  mulya

Bermalam menyiapkan diri,
melawan syaitan laknati.

/8/

Pergi ke Mina di padi hari,
jelang terbit matahari.

Melempar jumrah tujuh kali,
bentuk ibadah kepada illahi.

Penyerahan diri atas perintah Rabbi,  
melempar syaitan sebagai simboli.

Berqurban berbagi kenikmatan,
bersyukur atas rizki ya Rahman.

Rambut dicukur tahallul pertama,
yang haram sudah dibolehkannya.

jika ingin bergaul suami isteri,
tahan dulu sampai halal diberi.  

/9/

Dari Mina menuju Mekah,
bersiap thawaf ifadhah.

Mengelilingi ka’bah tujuh kali,
merupakan rukun haji yang suci.

Jika itu sudah dilakukan,
mengerjakan sa’i kemudian. 

Jika ifadhah sudah dikerjakan,
dari haram halal dilakukan.

/10/

Saatnya kembali ke Mina,
menunaikan jumrah yang tiga.

Sughra, wustha serta kubra,
dilakukan dengan penuh taqwa.

Jika hendak keluar dari Mekah,
lakukan thawaf wada’ akhir ibadah.

Smoga Allah menerima hamba berserah,
Haji mabrur berharap berkah.  ***

Pertama tayang di https://www.kompasiana.com/mamansbg

Maman Abdurahman
Follow me
Latest posts by Maman Abdurahman (see all)
0 0 votes
Article Rating

Maman Abdurahman

Magister Psikologi Islam. Meneliti dan menulis masalah perkawinan dan keluarga. Sekali-kali menulis cerpen dan puisi.

Maman Abdurahman
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x