Inilah 3 Alasan Orang Menikahi Boneka Seks

Sumber: liputan6.com

Manusia menikah dengan boneka?

Kedengarannya aneh dan mustahil terjadi, seseorang menikah dengan boneka benda mati yang tidak mempunyai rasa cinta dan rasa benci layaknya manusia. Tapi itulah kenyataan yang terjadi belakangan ini.   

Diberitakan di berbagai media seorang perempuan bernama Felicity Kadlec berusia 20 tahun di Massacusetts Amerika Serikat menikahi boneka zombie yang sudah dimilikinya selama tujuh tahun. Konon ia telah menjalin hubungan cinta dengan, Kelly Rossy, “kekasihnya ”,  yang diklaim berumur 37 tahun.   

Feli bukan orang satu-satunya orang yang menikah dengan boneka. Sebelumnya sudah banyak yang melakukan hal serupa.

Yuri Tolochko seorang binaragawan di Kazakhstan melakukan hal yang sama, ia menikahi boneka seksnya. Di luar nalar sehat, pria berbadan kekar tersebut telah menjalin hubungan cinta dengan Margo, bonekanya, selama 15 tahun. Mereka melakukan aktifitas layaknya pasangan kekasih sesama manusia.  

Di Jepang juga seorang laki-laki bernama Akihiko Kondo berusia 35 tahun menikahi boneka seknya. Hal yang sama dilakukan oleh Masayuki Ozaki. Mereka memperlakukan bonekanya layaknya manusia.  Akihiko Kondo misalnya melakukan upacara pernikahannya dengan memakai pakaian serba putih begitu pun mempelai perempuannya.

Seorang teman bertanya fenomena apakah ini?

Saya mencoba menelusuri apa sih motivasi atau alasan-alasan mereka melakukan perbuatan yang masih dianggap aneh itu.

Trauma Mendalam

Ada trauma yang mendalam dialami oleh pelaku “pernikahan” dengan boneka. Bukan boneka biasa tapi boneka yang bisa digunakan untuk melampiaskan kebutuhan seksnya. Boneka yang didesain khusus untuk orang-orang yang menginginkan bercinta dengan benda berbentuk manusia itu.  Seperti yang disampaikan  oleh Davecat dan dikutip fimela.com.

“Kenapa aku harus buang waktu dan berusaha mengajak seorang wanita kencan bila memang ada boneka yang mencintaiku di rumah?”

Lebih lanjut dia mengatakan. 

“Aku tidak ingin membiarkan diriku dalam bahaya. Lagipula aku kurang percaya dengan sembarang orang karena mereka bisa menyerangku dengan omongan ataupun menyakitiku secara fisik”.  

Pengalaman traumatik dengan seorang perempuan juga dialami oleh Akihiko Kondo. Ia pernah diganggu oleh atasannya yang seorang perempuan di tempat kerja, hingga menyebabkan dirinya mendapatkan sanksi pemecatan di tempat kerjanya.

Kejadian tersebut membuat Akihiko sulit bergaul dengan perempuan dan tidak mempercayai mereka. Sampai akhirnya ia menemukan pelampiasan melalui hubungan dengan sosok cantik, halus dan imut yaitu Hatsune, boneka kesayangannya. 

Hilangnya Kehangatan dalam Keluarga

Hilangnya kehangatan dalam keluarga menjadi salah satu pemicu suami mencari kehangatan yang lain.  Seperti yang dialami oleh Masayuki Ozaki pria Jepang ini menemukan cintanya kembali pada diri Mayu, boneka seks yang terbuat dari silicon.

Ozaki menjelaskan mengapa ia melakukan hal itu. Menurutnya,  perempuan Jepang memiliki hati yang dingin. “Mereka amat memikirkan diri sendiri. Kaum pria, ketika pulang kerja, mendambakan seseorang yang mendengarkan mereka tanpa menggerutu”. Seperti dikutip oleh oomph.co.id.

Lebih lanjut ia mengatakan “Apa pun masalah yang saya miliki, Mayu selalu ada di sana menunggu saya. Saya mencintai dia seluruhnya dan ingin bersamanya selamanya.”

Lebih ekstrim lagi ia mengatakan tidak ada bayangan sama sekali berhubungan kembali  dengan manusia. Bahkan ia ingin mati bersama boneka kekasihnya dan hidup di surga bersamanya.

Karena Sakit

Seorang pria di China menikahi boneka layaknya menikahi perempuan sebenarnya. Ia melakukan pemotretan layaknya pernikahan pada umumnya. Alasan yang dikemukan cukup mengagetkan. Menurut Mirror online yang dikutip kompas.com pria berusia 28 tahun itu mengidap kanker yang mematikan. Ia memilih menikahi boneka karena ia tidak mau menyakiti istrinya ketika ia meninggal kelak.   

Itulah sekilas alasan orang lebih memilih menikahi boneka seks ketimbang perempuan atau laki-laki yang sebenarnya. Ada alasan-alasan psikologis dan kemanusiaan yang melatarbelakanginya. Pernikahan sesungguhnya tidak hanya untuk kebahagiaan seorang atau dua orang yang melakukannya tapi juga untuk keberlangsungan kehidupan manusia.   

Maman Abdurahman
Follow me
0 0 vote
Article Rating

Maman Abdurahman

Magister Psikologi Islam UNIVERSITAS INDONESIA. Sarjana Agama jurusan Aqidah Filsafat IAIN (Sekarang UIN) Jakarta. Meneliti tentang keluarga dan keberagamaan. Menulis persoalan perkawinan, keluarga, cerpen dan puisi.

Maman Abdurahman
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x