Penting! Bersahabat dengan Anak dan Jadilah Teladan

Ilustrasi: freepik.com

“Kakak! Kenapa bajunya dilempar begitu? Cepat simpan di tempatnya!” ucap Bunda kepada Dina.  

Ungkapan di atas sering kali terdengar dari para Ibu ketika anaknya pulang sekolah. Namun kata-kata tersebut sangat jarang dibarengi dengan tindakan membantu anak melakukannya. Bahkan, tak jarang Ayah pun tak disadari kalau pulang kerja menyimpan baju dan celananya sembarangan, dilempar begitu saja ke tempat tidur tidak menyimpan di tempatnya.

“Meniru”. Kata yang tepat menggambarkan ungkapan di atas. Karena Ayah dan Ibu di rumah adalah sosok yang segala perilakunya akan menjadi contoh dan akan ditiru oleh anak-anak. Anak-anak akan meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka, tak terkecuali Ayah, Ibu dan semua anggota keluarga. Oleh karena itu, Keluarga adalah peletak dasar pembentukan kepribadian anak sebelum mereka mengenal lingkungan yang lain. Keluargalah yang terlebih dahulu memberikan fondasi untuk membentuk kepribadiannya. Sehingga bersahabat dengan Anak dan menjadi teladan bagi Anak memiliki peranan penting dalam mempengaruhi jiwa mereka.

Jika anak menjalani kehidupannya tanpa tekanan, tanpa celaan, dan tanpa ketakutan, dan tumbuh kembang di lingkungan keluarga yang menunjukkan lingkungan yang penuh penerimaan dan rasa aman, maka anak akan berkembang menjadi pribadi yang positif, karena pada dasarnya anak belajar dari bagaimana ia diperlakukan oleh keluarganya terutama orang tuanya.

Di sinilah arti penting pelarangan bersikap kontradiktif di hadapan Anak-anak. Tidak boleh sama sekali. Misalnya, mengatakan kepada anak-anak bahwa kita tidak boleh kotor namun kemudian mereka melihat kita makan makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu; jangan sembarangan menyimpan sepatu atau baju namun kemudian mereka melihat sepatu dan pakaian kita berantakan; Atau kita melarang menggunakan Hp setelah waktu Margib tiba dan menyuruh mereka untuk Shalat dan mengaji, namun kita masih diam memegang Hp tidak bergegas pergi Shalat bersama dengan mereka.

Terkadang, disadari atau tidak, para orang tua kurang tepat memperlakukan Anak-anak mereka. Hal ini bisa saja terjadi karena memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Artinya, ketika seseorang menjadi orang tua, maka biasanya mereka akan berkaca dari apa yang mereka alami dulu ketika anak-anak. Bagaimana orang tua mereka memperlakukan mereka. Padahal bisa jadi apa yang dialaminya dulu sudah tidak efektif lagi diterapkan pada saat ini. Apalagi di era yang serba digital ini, ketika semuanya dalam kondisi yang serba instan.

Jelaslah bahwa keteladanan dalam pendidikan keluarga merupakan salah satu sarana paling efektif dan berpengaruh dalam mempersiapkan anak dari sisi akhlak sehingga mampu membentuknya menjadi sosok yang positif secara psikologis dan sosial. Karena pendidikan adalah prototipe dalam pandangan anak, maka teladan yang baik dalam pandangan anak pasti akan diikutinya dengan perilaku dan akhlak, baik disadari ataupun tidak. Bahkan akan terpatri dalam jiwa dan perasaan mereka, bayangan ucapan, perbuatan, perasaan dan mental orang tuanya, disadari ataupun tidak.

Sekali saja contoh yang buruk, sudah cukup terekam dengan baik oleh anak. Sekali saja anak mendengar ayahnya memerintahkan dirinya untuk menjawab telepon dengan mengatakan bahwa dia tidak ada padahal ada; atau melihat ibunya mengelabui ayahnya, maka anak tidak lagi bisa belajar kejujuran dan sikap amanah. Sekali saja ayahnya bersikap kasar kepada ibunya atau dirinya, maka dia akan sulit untuk belajar tentang kasih sayang.

Anak, betapapun berpotensi besar untuk menerima kebaikan karena fitrahnya suci dan lurus, namun dia tidak akan menerima prinsip-prinsip kebaikan selama ia tidak melihat ayah dan ibunya menjadi sosok ideal yang mengajarkan dan mengajak melakukan kebaikan seraya mereka mempraktikkannya. Sudah kah kita menjadi teladan untuk anak-anak kita?

Nah, di tulisan saya selanjutnya, saya akan bagi tips bagaimana menjadi orang tua yang bisa menjadi sahabat Anak.

Silvia Rahmah
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x