Pusing Ponakan Mau Numpang Di Kontrakan Kami

Ilustrasi: freepik.com

Assalamualaikum qobiltu,

Saya suami dari pasangan keluarga yang sudah lima tahun menikah. Tapi Allah belum memberi kami anak. Tapi itu bukan persoalan yang merisaukan kami. 

Persoalan yg merisaukan kami belakangan ini adalah kehadiran ponakan dari istri yaitu anak laki-laki yang mau melanjutkan kuliah. Terus terang kami masih tinggal di kontrakan petakan yang kecil yang terdiri dari ruang tamu, ruang tengah yang tidak berpintu dan dapur. Saya pribadi merasa terusik privasi kami. Awalnya ingin menolak kehadiran ponakan tersebut tapi orang tuanya meminta bantuan banget. Sementara kami sendiri tidak bisa memberi dia uang untuk ngontrak atau kos sendiri. 

Mohon bantuannya atas persoalan kami. Terima kasih sebelumnya.

Salam,

Baihaki-Bogor

Waalaikumssalam,
Selamat Sore Mas Baihaki yang budiman…

Terima kasih sudah membagikan kisahnya kepada kami.

Sangat dipahami ketidak nyamanan situasi yang dirasakan saat ini dimana kondisi rumah memang tdk memungkinkan untuk menampung orang lain namun kita juga memahami kesulitan yang dialami oleh keponakan.

Coba diskusikan dengan istri, bagaimana keinginan istri terkait situasi ini, karena keponakan ini dari pihak istri, mungkin istri memiliki rasa tidak enak yang besar terhadap saudaranya bila ia menolak keinginan ini.

Bila istri ternyata juga merasa keberatan, tidak apa-apa disampaikan secara baik-baik bahwa saat ini situasinya tidak memungkinkan untuk menampung keponakan. Sampaikan mengenai kondisi rumah yang memang tidak bersekat dan tidak memungkinkan untuk ketambahan 1 orang dewasa lagi. Kalau merasa tidak nyaman untuk benar-benar menolak, bisa ditawarkan bahwa keponakan bisa tinggal disitu selama 1 – 3 bulan saja, sampai dia bisa beradaptasi dengan lingkungan baru (kampus dan tempat tinggal) dan punya kesempatan untuk mencari kos dengan biaya yang lebih terjangkau oleh mereka. Biasanya anak-anak mahasiswa akan menemukan cara-cara yang efektif untuk beradaptasi dengan situasi mereka, kadang mereka juga bisa bersama-sama menyewa kamar sehingga biaya sewanya jauh lebih murah.

Penting untuk menyampaikan dari awal kondisi dimana kita saat ini masih sulit untuk menampung keponakan, hal ini untuk menghindari masalah- masalah dikemudian hari yang muncul karena masing-masing pihak tidak tahu kondisi yang sebenarnya. Sampaikan saja secara tenang dan menunjukkan fakta-fakta tanpa perlu menunjukkan kekesalan atau risau.

Semoga membantu ya Mas. Silahkan hubungi kami kembali bila  masih ada hal-hal lain yang ingin didiskusikan.

Semoga semua berbahagia.

Nirmala Ika
0 0 vote
Article Rating

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Nirmala Ika

Alumnus Fakultas Psikologi dan Program Master Psikologi Universitas Indonesia. Berpengalaman sebagai psikolog di berbagai lembaga, diantaranya di Yayasan Pulih Jakarta.

Nirmala Ika
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments