Resensi Novel “The Push” karya Ashley Audrain

“Blythe Connor bertekad bahwa dia akan menjadi ibu yang hangat dan menenangkan bagi bayi barunya, Violet, sesuatu yang belum pernah dia alami sendiri. Namun, di tengah-tengah hari-hari awal kelelahan keibuan, Blythe menjadi yakin bahwa ada yang salah dengan putrinya – dia tidak berperilaku seperti kebanyakan anak.”

Begitulah sekilas cuplikan novel The Push karya Ashley Audrain. Novel ini adalah karya sastra psikologis yang merangkum kisah keluarga yang penuh teka-teki dan mendalam. Dengan alur yang kompleks dan karakter yang mendalam, novel ini menggali tema-tema seperti trauma generasional, hubungan ibu-anak, dan dampak psikologis dari harapan yang tak terpenuhi.

Salah satu kekuatan utama novel ini adalah kemampuannya dalam menangani tema-tema berat seperti trauma dan pengasuhan. Audrain menggali ke dalam kompleksitas hubungan keluarga dan dampaknya pada kesehatan mental karakter-karakter utamanya dengan sangat bijak.

Dari sisi gaya penulisan, gaya penulisan Audrain memikat pembaca sejak halaman pertama. Narasi yang kuat dan pilihan kata yang cermat membawa nuansa misteri dan ketegangan sepanjang kisah. Dialog yang tajam dan introspeksi karakter menambah dimensi emosional pada cerita.

Karakter utama, Blythe Connor, dan karakter pendukungnya dibangun dengan baik. Pembaca merasa terhubung dengan perasaan, konflik, dan pertimbangan yang mereka alami. Kehidupan karakter utama dijelajahi secara mendalam, membuka lapisan-lapisan yang membuat pembaca semakin terlibat dalam cerita.

Audrain menggunakan pendekatan non-linier dalam penyampaian ceritanya, melompat antara masa lalu dan masa kini. Hal ini menciptakan ketegangan dan misteri yang konstan, memungkinkan pembaca untuk merenungkan sejarah keluarga dan memahami dampaknya pada kehidupan karakter utama.

Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa beberapa plot twist dalam cerita terlalu dramatis atau sulit dipercaya. Meskipun ini dapat menambah elemen kejutan pada cerita, ada kemungkinan bahwa sebagian pembaca mungkin merasa terputus dari alur cerita.

Tema-tema yang dijelajahi, seperti trauma keluarga dan dampaknya pada kehidupan anak-anak, dapat menciptakan rasa tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Audrain tidak menghindari kesulitan ini, tetapi bagi sebagian pembaca, itu mungkin terlalu berat.

Beberapa aspek cerita mungkin tidak sepenuhnya terjawab, meninggalkan beberapa pertanyaan terbuka. Ini mungkin disengaja untuk meninggalkan interpretasi terbuka bagi pembaca, tetapi beberapa orang mungkin menginginkan resolusi yang lebih tegas.

The Push adalah novel yang kuat dengan penuh kecanggihan dalam menangani tema-tema yang kompleks. Meskipun memiliki kekurangan tertentu yang mungkin menghambat pengalaman pembaca bagi sebagian orang, kemampuan Audrain dalam menciptakan narasi yang mendalam dan karakter yang kompleks menjadikan novel ini layak dibaca bagi mereka yang mencari pengalaman membaca yang mendalam dan memikat.(Q)

0 0 votes
Article Rating
Visited 1 times, 2 visit(s) today

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x