Resensi Novel Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela Karya Tetsuko Kuroyanagi 

Judul: Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela
Penulis:
Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit:
PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun Terbit:
1981. Versi terjemahkan bahasa Indonesia tahun 2008

Buku Totto-chan ini terjemahan dari novel bahasa Inggris yang berjudul “Totto-chan: The Littte Girl at The Window” karya Tetsuko Kuroyanagi. Versi bahasa Indonesianya berjudul Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama Jakarta. Versi terjemah ini terbit tahun 2008 dan mengalami cetak ulang beberapa kali. Buku ini relatif tidak tebal, hanya 272 halaman.

Novel ini bercerita tentang seorang bocah kecil yang rasa ingin tahunya sangat besar tentang segala sesuatu yang dilihat dan dirasakannya. Nama bocah itu adalah Totto-chan. Ada sekitar 60 judul cerita dalam buku ini yang tidak lepas dari Totto-chan, Tomoe, nama sekolah itu dan kegiatan-kegiatan di sekolahnya. 

Cerita bermula ketika Totto-chan mulai bersekolah dan membuat gurunya tidak tahan menghadapinya. Akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah tersebut. Kondisi tersebut membuat Ibunya tentu kalang kabut. Baru masuk sekolah, Totto-chan sudah dikeluarkan. Ibunya terus memutar otak mencari sekolah yang bisa menerima Totto-chan dengan segala keingintahuannya yang sangat besar dan tingkahnya yang seringkali sulit dipahami oleh orang dewasa.

Akhirnya, Totto-chan mendapatkan sekolah yang tidak biasa. Sekolah itu bernama Tomoe Gakuen. Tidak biasa karena sekolah ini tidak seperti sekolah apada umumnya di gedung-gedung berdinding tembok. Tapi sekolah Tomoe itu di gerbong kereta yang dijadikan ruangan kelas.   

“Bapak ini apa, kepala sekolah atau kepala stasiun?” Kata Totto-chan sambil membungkuk hormat  bertanya kepada Kepala Sekoleh untuk pertama kalinya.

Pada waktu itu pula Totto-chan mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa yang diberikan Pak Kepala Sekolah untuk menceritan semua yang ada di benaknya. Kesempatan seperti ini tidak ia dapat pada sekolah-sekolah sebelumnya. Karena itu, ia ingin memanfaatkan kesempatan emas tersebut sebaik-baiknya.  

Sampai pada akhirnya ia benar-benar kehabisan cerita. Ia tidak tahu lagi mau menceritakan apa. Ia mencoba berpikir keras mengais-ngais di kepalanya barangkali masih ada bahan yang bisa ia ceritakan. Tapi ternyata sudah benar-benar habis terkuras. Ia tidak bisa bercerita lagi. Ia merasa bersedih.

Tidak hanya ruangan kelasnya yang berbeda, Tomoe juga mempunyai sistem pengajaran yang tidak sama dengan sekolah-sekolah lainnya. Di Tomoe, anak-anak diberi kebebasan untuk belajar sesuka hatinya. Misalnya, anak yang suka mengarang bisa langsung belajar mengarang, atau anak yang suka mamatika bisa langsung belajar matematika, atau yang suka menyanyi bisa langsung belajar menyanyi. Guru memperhatikan dan mengawasinya.

Di Tomoe, belajar tidak hanya dari buku, tapi juga dari kehidupan seharai-hari. Misalnya ketika makan siang, anak-anak belajar tentang “Sesuatu dari laut dan sesuatu dari pegunungan.” Selain itu, anak-anak juga sering diajak “jalan-jalan” mengenal lingkungan. Pada saat jaan-jalan inilah anak-anak belajar biologi, sejarah dan geografi. “Lihat bunga sesawi itu. Kalian tahu mengapa bunga-bunga itu mekar?” Kata Guru ketika melewati taman bunga.  

Begitulah anak-anak di Tomoe belajar sambil bermain dan  bergembira. Mereka juga bermain tebak-tebakan “apa yang mengerikan, berbau busuk, tapi rasanya enak?”. Tebak-tebakan ini mereka sudah tahu jawabannya. Tapi seringkali tetap dilontarkan dan membuat anak-anak tertawa terbahak-bahak.

Ayo apa jawabannya?

Jawabannya adalah “jin duduk di kakus sambil makan roti isi selai kacang!”.  

Banyak lagi cerita yang disajikan dalam buku ini. Tentang persahabatan Totto-chan, petualangan, belajar musik, pengalaman berkemah dan lainnya.  Novel ini diceritakan dengan sudut pandang anak-anak. Bahasanya mudah dipahami dan mengalir begitu deras.

Anak saya, waktu kelas satu SD, setiap mau tidur minta diceritakan Totto-chan. Tokoh cerita dalam novel ini sungguh hidup menginspirasi anak untuk belajar dari setiap cerita yang disajikan.

Demikian resensi buku ini. Untuk mendapatkan buku ini bisa langsung ke toko ini. ***                 

0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x