Studi: Apakah Uang dan Seks Berpengaruh Terhadap Ketidakstabilan Pernikahan?

Ilustrasi: Freepikj

Uang dan seks adalah diantara beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam pernikahan. Ada keterkaitan antara uang dan seks. JIka uang tidak terpenuhi bisa mempengaruhi aktifitas seksual. Begitu pun sebaliknya.

Di antara masalah seksual adalah firgiditas atau sering disebut sebagai dorongan seks yang rendah pada perempua
Menurut Dr.Mansi Arya dalam tulisannya di lybrate.com penyebab paling umum firgiditas adalah perubahan hormonal terkait menopause. Beberapa penyebab lainnya diantaranya adalah pengalaman seksual traumatis di masa lalu seperti penyerangan seksual atau pemerkosaan.

Penyebab lainnya adalah masalah komunikasi seperti masalah emosional yang belum terselesaikan yang terjadi di antara pasangan. Adanya emosi seperti depresi, kecemasan atau kebosanan dalam suatu hubungan.

Selain masalah psikologis, firgiditas bisa juga terjadi karena masalah fisik. Seperti ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan, kurangnya foreplay dan performa seksual yang buruk pada pria.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh E. Jeffrey Hill, dkk dari Brigham Young University dengan judul “How do Money, Sex, and Stress Influence Marital Instability?” yang diterbitkan oleh Journal of Financial Therapy.

Penelitian ini ingin menjawab tiga pertanyaan penting yaitu : apakah uang dan seks berpengaruh terhadap ketidakstabilan pernikahan? Bagaimana itu bisa terjadi? Bagaimana terapis keuangan dapat mengatasi masalah ini?

Dari pertanyaan apakah uang dan seks berpengaruh terhadap ketidakstabilan pernikahan? Penelitian ini menemukan jawabannya adalah iya. Penjelasannya adalah bahwa tekanan keuangan menyebabkan persepsi ketidakpuasan finansial dan seksual, yang pada gilirannya mengarah pada masalah yang lebih besar yaitu ketidakstabilan pernikahan.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Dalam hal ini adalah para terapis keuangan melalui hasil penelitian ini memberikan jawabannya. Yaitu dengan berfokus pada membantu klien mereka untuk berkomunikasi lebih produktif tentang keuangan dan masalah seksual.

Dengan fokus berkomunikasi dengan permasalahan yang dihadapi yaitu keuangan dan seksual diharapkan masalah keuangan dan seks dapat terurai dengan jelas. Kemudian satu persatu masalah tersebut dicarikan jawabannya.

Dalam penelitian ini, baik ketidakpuasan keuangan maupun ketidakpuasan seksual meramalkan ketidakstabilan pernikahan yang lebih besar. Namun demikian, komunikasi keuangan pasangan yang sehat dan komunikasi hubungan pasangan yang sehat sepenuhnya memediasi keduanya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jika terapis keuangan membantu klien untuk berkomunikasi lebih banyak tentang uang dan seks, maka masalah seperti stres keuangan, konflik pekerjaan-keluarga, pendapatan yang tidak memadai, dan konflik tentang frekuensi seksual mungkin cenderung tidak mengarah pada perceraian.

Demikian, hasil penelitian ini semoga berguna untuk melihat masalah dalam pernikahan. Terutama terkait dengan masalah keuangan dan seksual. Jika terjadi masalah dengan kedua hal tersebut segera kemunikasikan secara intensif dengan pasangan.***

0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x