Suami Memaksa Behubungan Badan Padahal Saya Sangat Lelah. Saya Harus Bagaimana?

Ilustrasi: freepik.com

Assalamu’alaikum redaksi qobiltu.co

Saya adalah seorang istri yang bekerja di luar rumah. Suami juga bekerja. Sementara anak kami diasuh oleh seorang pengasuh yang kalau malam pulang ke rumahnya. Pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya saya sendiri yang mengerjakan dari menyapu, menyiapkan makanan, mencuci pakaian dan pekerjaan rumah lainnya.

Badan saya terasa hancur. Sepulang kerja saya terasa cape sekali. Pada kondisi seperti itu, suami sering meminta dilayani hubungan badan, sementara saya sangat lelah. Seringkali suami keinginanya tidak bisa ditolak. Padahal saya sudah menjelaskan kondisi badan saya.  Saya merasa tersiksa. Sebaiknya saya bagaimana? Tolong bantuannya.

Jamila-Bogor

Wa’alaikusssalam Mba Jamila,

Terima kasih telah berbagi kisahnya kepada kami hari ini.

Mba, saya memahami lelahnya kondisi fisik dan juga psikologis yang mba rasakan. Bekerja di luar rumah baik bagi perempuan atau pun laki-laki sama beratnya mba. Namun sayangnya ketika kembali pada persoalan pekerjaan rumah tangga kembali dibebankan kepada istri saja.

Coba ajak suami untuk juga bisa berbagi pekerjaan rumah tangga mba, seperti misalnya suami yang menyapu dan mengepel lantai sedangkan mba yang mencuci pakaian. Memasak bisa dilakukan secara bergantian.

Sampaikan ke suami dengan kata-kata yang santun kalau mba lelah mengerjakan semua pekerjaan ini sendiri, dan akan senang bila suami membantu. Diskusikan secara terbuka mana pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan suami atau dilakukan oleh mba Jamila. Bila pekerjaan rumah dirasa terlalu banyak bahkan ketika telah dibagi dengan suami, bisa dipertimbangkan juga untuk meminta pengasuh anak membantu mengerjakan beberapa pekerjaan (dengan diberikan tambahan honor).

Dengan suami istri berbagi peran, diharapkan keduanya juga akan dapat makin menumbuhkan keakraban dan komunikasi bersama sehingga relasi suami istri bisa makin mesra tidak hanya ketika sedang berbagi peran namun juga ketika sedang berhubungan badan.

Semoga ditemukan jalan tengah yang terbaik bagi semuanya ya mba.

Semoga semua berbahagia.

Nirmala Ika
0 0 vote
Article Rating

Nirmala Ika

Alumnus Fakultas Psikologi dan Program Master Psikologi Universitas Indonesia. Berpengalaman sebagai psikolog di berbagai lembaga, diantaranya di Yayasan Pulih Jakarta.

Nirmala Ika
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x