Tantangan Keluarga Muslim di Era Milenial

Ilustrasi: freepik

Membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah di era milenial ini mempunyai tantangan yang tidak mudah.

Pada era ini, penggunaan internet begitu lekat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti untuk berkomunikasi, berteman,  belajar, belanja dan mencari hiburan.  Karenanya banyak tantangan yang akan dihadapi dalam mengarungi kehidupan berkeluarga. Paling tidak ada enam tantangan yang akan dihadapi keluarga di era ini.       

  1. Kecanduan gadget

Tantangan pertama yang dihadapi oleh keluarga adalah kecanduan gadget dan internet. Kecanduan ini tidak hanya terjadi kepada anak-anak tapi juga pada orang dewasa. Ketergantungan pada alat ini akan mempengaruhi pola hubungan dalam sebuah keluarga. Banyak waktu yang akan tersedot dengan aktifitas berinternet dan bermain gadget. Akibatnya komunikasi antar sesama anggota keluarga terganggu.   

  • Keterbukaan informasi

Adanya internet, pesatnya perkembangan gadget dengan segala merk dan teknologi canggih dibarengi dengan menjamurnya media sosial memudahkan seseorng terhubung dengan orang lain: teman sekolah, teman kerja, teman waktu kecil dan lainnya. Kondisi ini mengungkit kembali memori-memori masa lalu dan menggoda untuk mengulanginya kembali. Atau juga kemudahan bertemu dengan orang-orang yang mempunyai kesamaan hobi dan ketertarikan. Kondisi ini juga bisa menyeret seseorang kepada hubungan yang intens dengan orang lain di luar lingkaran keluarga.  

  • Pornografi dan Seks Bebas

Internet tidak hanya telah memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Tapi juga mempunyai dampak negatif terutama bagi anak-anak. Di internet, pornografi dan orientasi seks yang tidak umum dengan mudah ditemukan. Tentu saja hal ini mempengaruhi perkembangan pemikiran anak dan prilaku orang dewasa.  Nyaris tidak ada aplikasi penangkal yang benar-benar mampu membendung pornografi ini. Benteng terakhir berada pada diri kita sendiri, keyakinan dan kemauan yang kuat untuk menghindarinya.     

  • Kekerasan dari Film & Game

Tantangan keluarga berikutnya adalah kekerasan yang bersumber dari video di youtube dan video game. Di internet tidak sedikit film dan video game yang mengandung kekerasan yang seringkali dengan mudah diakses oleh anak-anak. Tanpa ada bimbingan yang memadai dari orang tua, anak bisa terpengaruh sikap dan karakternya dari film dan game tersebut.    

  • Ekstrimisme

Pemahaman agama tertentu yang cenderung intoleran dan bahkan ekstrim terhadap perbedaan agama menyebar di dunia internet. Melalui blog, video di youtube dan berbagai media sosial. Tidak sedikit anak dan orang dewasa yang terseret paham agama yang ekstrim tanpa disadari.

Gairah belajar agama yang tinggi direspons oleh dunia maya dengan menjamurnya konten-konten keagamaan yang begitu banyak. Tidak hanya disampaikan oleh orang-orang mempunyai kompetensi di bidang agama tapi juga oleh orang-orang yang baru melek agama. Akibatnya pemahaman agama yang disampaikannya cenderung intoleran dan ekstrim.     

  • Narkoba

Tantangan keluarga yang terakhir adalah narkoba. Jaringan narkoba semakin leluasa dengan adanya media sosial unuk mencari mangsanya. Orang tua harus ekstra hati-hati menjaga anak-anaknya agar tidak terjerat narkoba.   

Demikian enam tantangan keluarga muslim di era milenial. Tidak ada aplikasi pemblokir yang benar-benar melindungi sejumlah tantangan keluarga di atas selain memperkuat keimanan pada diri sendiri dan keluarga dan memberikan kehangatan dalam keluarga. ***   

0 0 votes
Article Rating

admin

Admin qobiltu bisa dihubungi di e-mail qobiltu.co@gmail.com

admin
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x